KesehatanPilihan Editor

3 Tumbuhan Herbal Yang Berpotensi Tangkal Virus Corona Menurut LIPI

Hingga saat ini, vaksin untuk menangkal virus corona atau COVID-19 belum juga tersedia. Meski begitu para peneliti juga ilmuan tak berhenti untuk berusaha menyediakan vaksin penangkal virus ini termasuk LIPI. Dan baru-baru ini LIPI melaporkan bahwa terdapat 3 tumbuhan herbal yang berpotensi mampu tangkal virus corona. Apa saja? selengkapnya simak dalam ulasan berikut.

3 Tumbuhan herbal yang berpotensi tangkal virus corona

Tak sedikit daripada peneliti dan ilmuwan di berbagai belahan dunia kini tengah sibuk mencari penangkal virus corona. Di Indonesia sendiri, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga tengah berkejaran dengan waktu, agar segera bisa menyediakan vaksin penangkal corona, yang telah memapari jutaan orang serta mengakibatkan ratusan ribu kematian ini.

Meski vaksin belum juga ditemukan, namun LIPI diketahui memiliki beberapa kandidat antivirus COVID-19. Obat tersebut berasal dari beberapa tanaman obat herbal, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Ketepeng badak

ketepeng badak berpotensi tangkal virus corona

Tanaman yang juga sering disebut dengan ketepeng cina ini merupakan tumbuhan yang termasuk dalam famili Caesalpiniaceae. Adapun menurut sejumlah jurnal, tanaman ini berasal dari Amerika dan banyak tumbuh di daerah tropis termasuk Indonesia. Ketepeng badak sendiri merupakan jenis tanamamn liar yang biasa ditemukan di pinggir sungai, sawah ataupun di tanama di pekarangan sebagai tanaman hias.

Menurut Marissa yang merupakan salah seorang peneliti LIPI menyatakan, bahwa daun ketepeng telah sejak lama digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk pengobatan sejumlah penyakit kulit seperti eksim, kudis, kurap dan panu. Dalam pengobatan penyakit kulit sendiri, daun ketepeng biasanya dicampur dengan air kapur maupun air perasan jeruk nipis.

Masih menurutnya, daun ketepeng juga selama ini dikenal guna menghambat pertumbuhan virus dengue, yang tak lain penyebab penyakit demam berdarah. Selain itu, didalam tanaman ketepeng ini terdapat beberapa senyawa yang perotensi sebagai antivirus. Bahkan untuk membuktikan efektitvitasnya, sampel dari herbalk ini telah dikirim ke Kyoto University Jepang untuk uji in vitro secara langsung pada SARS-COV-2, yang tak lain menjadi penyebab Covid-19.

2. Benalu

benalu berpotensi tangkal virus corona

Tanaman hewrbal selanjutnya yang menurut LIPI memiliki potensi untuk tangkal COVID-19 adalah tumbuhan benalu. Tumbuhan yang berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif ini dikenal sebagai parasit, karena sifatnya sebagai penyerang atau perusak tanaman inangnya. Benalu sendiri diketahui terdiri dari beberapa jenis, dan penamaan benalu itu sendri biasanya tergantung pada tanaman inangnya.

Seperti apabila ia menempel pada tanaman teh maka akan disebut benalu teh (scrrula oortiana). Dimana jenis benalu ini dketahui telah diajukan sebagai salah satu tumbuhan yang telah diajukan sebagai calon fitofarmaka antikanker serta memiliki aktivitas malaria. Sedangkan ekstrak benalu yang tumbuh di pohon jeruk nipis telah dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ambeien dan diare. Dan untuk benlu kapas diketahui berpotensi sebagai bahan antimikroba alami untuk bahan pangan. Terlebih pangan yang memiliki kadar air tinggi serat, yang mana dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional.

Adapun sebagai obat tradisional, masyarakat di berbagai negara sebenarnya telah sejak lama memanfaatkan benalu untuk pengobatan beragam penyakit. Dan dari sejumlah catatan etnobotani disebutkan, bahwasannya di pulau Jawa pada tahun 1968 tanaman ini telah digunakan sebagai obat penyakit cacar air, cacar sapi, diare, cacing tambah bahkan penyakit serius seperti tumor dan kanker.

3. Jamur Cordyceps

jamur cordiceps berpotensi tangkal virus corona

Selain 2 tanaman sebelumnya, LIPI juga menyebutkan bahwa masih terdapat tanaman herbal lainnya yang di klaim mampu untuk tangkal virus corona, terlebih dalam hal meningkatkan kekebalan tubuh. Tumbuhan tersebut merupakan jamur cordyceps. Menurut Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya Profesor Widodo menyatakan, bahwa jamur ini memiliki struktur yang mampu menghambat perkembangbiakan virus corona secara langsung dan juga bersifat sebagai antivirus.

Menurutnya, jamur cordyceps sendiri telah lama digunakan masyarakat di Tibet, Tiongkok serta korea, lantaran keunggulannya memiliki beberapa senyawa aktif. Bahkan strukturnya memiliki kesamaan dengan senyawa antivirus. Masih penuturannya, pada covid-19 hal esensial ialah munculnya badai sitokin. Untuk sitokin ini diperlukannya senyawa antiinflamasi. Dan jamu cordyceps memiliki potensi untuk menurunkan badai sitokin tersebut.

Dan tak hanya memiliki potensi sebagai antivirus. Tumbuhan herbal yang sebelumnya hanya dianggap sebagai penambah stamina ini juga diketahui dapat membantu meningkatkan sisitem pernapasan. Bahkan saat ini tim dokter serta peneliti di Indonesia tengah bersiap untuk melakukan uji klinis jamur pada pasien covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta.

Di luar itu, jamur cordyceps dikenal sebagai tumbuhan obat tradisional kuno yang mengandung banyak nutrisi. Mulai dari protein atau asam amino esensial, peptida, vitamin B1, B2, B3, E dan K, asam lemak serta berbagai jenis mineral. Jamur ini juga kemungkinan dapat meningkatkan imunitas tubuh, dengan cara merangsang sel-sel dan bahan kmia tertentu.

Lalu sebenarnya, manakah yang lebih berpotensi untuk tangkal virus corona? tentu untuk mengetahuinya, tentu kita harus menunggu hasil dari uji klinis yang tengah dilakukan. Semoga hasilnya adalah kabar baik, segera vaksin virus corona segera ditemukan.

Artikel Lainnya

Back to top button
Close
Close