KesehatanParenting

8 Gejala Miom Dan Penyebabnya Yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

Pada dasarnya, miom merupakan jenis tumor jinak yang tidak bersifat kanker maupun ganas. Namun tetap saja Anda perlu mewaspadainya. Maka dari itu, simak informasi gejala miom dan penyebabnya yang akan bahas tuntas secara lengkap dalam ulasan berikut.

Apa itu miom?

gejala miom

Miom atau dalam istilah medis disebut dengan utrine fibroid merupakan benjolan atau tumor jinak yang tumbuh dalam maupun sekitar uterus (rahim). Gangguan kesehatan yang juga dikenal dengan nama mioma, fibroid rahim atau leiomioma ini umumnya sering di samakan dengan kista ovarium oleh masyarakat. Padahal kedua masalah kesehatan tersebut nyatanya berbeda.

Meski sama-sama sebagai gangguan pada reproduksi wanita, keduanya lantas tidak bisa disamakan. Karena tentu gejala, penyebab hingga pengobatan yang dilakukan akan berbeda. Secara garis besar, perbedaan miom dan kista bisa dibedakan dengan jelas dari letak benjolan tumor jinak atau sel abnormal tumbuh.

Miom sendiri diketahui berasal dari sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal. Dimana pada akhirnya pertumbuhan sel abnormal tersebut membentuk tumor jinak di rahim. Sedangkan kista ovarium tumbuh secara abnormal pada indung telur (ovarium) sebelah kanan, kiri maupun di kedua indung telur.

Mengenal gejala miom dan penyebabnya yang perlu diwaspadai

Sejatinya, miom tidak menimbulkan gejala apapun. Meski begitu, pada beberapa kasus, miom juga dapat menimbulkan beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderitanya. Hanya saja, gejala yang muncul mungkin akan berbeda pada satu sama lain. Karena hal tersebut tergantung pada ukuran, lokasi serta jumlah tumor yang terdapat didalam rahim. Adapun berbagai tanda dan gejala miom diantaranya seperti:

  1. Masa menstruasi yang lebih panjang dibanding biasanya.
  2. Darah menstruasi dalam jumlah yang banyak dan mengalami nyeri haid yang hebat.
  3. Mengalami rasa sakit atau nyeri pada bagian perut maupun bagian bawah.
  4. Merasakan rasa sakit pada punggung dan tungkai.
  5. Adanya rasa tidak nyaman bahkan sakit saat berhubungan seksual
    Sering buang air kecil.
  6. Mengalami sembelit atau susah Buang Air Besar (BAB)
  7. Mengganggu kesuburan hingga menyebabkan keguguran (sangat jarang terjadi).
  8. Jika terjadi saat hamil, bisa memicu mungulnya komplikasi kehamilan.

Sedangkan untuk penyebab miom sendiri hingga kini belum diketahui secara pasti. Hanya saja diketahui terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seorang wanita mengalami masalah kesehatan ini. Diantaranya ialah:

  • Hormon. Hormon estrogen yang mana dihasilkan oleh indung telur (ovarium) mampu menyebabkan penebalan dinding rahim dalam siklus menstruasi. Penebalan tersebut terkadang berkembang menjadi miom.
  • Kehamilan. Faktor yang satu ini mampu menyebabkan peningkatan hormon estrogen dalam tubuh wanita. Sehingga wanita hamil juga memiliki beresiko mengalami miom.
  • Genetik. Orang yang memiliki riwayat penyakit miom dalam keluarganya akan memilii resiko lebih besar untuk mengalami miom.

Selain itu, faktor lainnya yang bisa membuat seorang wanita mengalami miom ialah, usia antara 30-50 tahun, memiliki berat badan berlebih, wanita nyang kekurangan vitamin D, memiliki kebiasaan minum alkohol, sering mengonsumsi daging merah serta jarang mengonsumsi serat. Adapun wanita yang pernah melahirkan, diketahui memiliki resiko lebih rendah untuk mengalami miom, dibanding wanita yang tidak pernah melahirkan.

Nah itulah berbagai gejala miom serta penyebabnya yang perlu Anda waspadai sejak dini. Adapun pengobatan miom sendiri dilakukan apabila terjadi gejala. Apabila tidak menimbulkan gejala, maka tidak diperlukan pengobatan khusus karena pada masa menopause, umumnya miom jenis ini akan menyusut atau menghilang dengan sendirinya. Sedangkan jika terjadi gejala, maka pengobatan harus segera dilakukan. Selain guna meringankan gejala yang muncul juga mampu mencegah tingkat keparahan serta munculnya beberapa komplikasi akibat miom.

Artikel Lainnya

Back to top button
Close
Close