KesehatanParenting

4 Gejala Infeksi Listeria Akibat Kontaminasi Bakteri Pada Jamur Enoki

gejala infeksi listeria akibat kontamintasi bakteri pada jamur enoki

Sejak kemarin, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita di berlakukannya pengawasan ekstra hingga penarikan jamur enoki dari pasaran oleh Kementan. Hal ini dilatar belakangi menyusul temuan produk jamur enoki yang telah terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes, yang dapat memicu gejala infeksi listeria pada orang yang mengonsumsinya.

Bahkan Kementrian Pertanian dan otoritas pangan di berbagai negara telah memperketat bahkan memboikot peredaran produk jamur ini terlebih dulu. Seperti salah satunya Amerika Serikat, yang mana diketahui beberapa waktu lalu mengalami kejadian luar biasa (KLB) akibat 2 warganya yang tewas akibat infeksi listeria setelah mengonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan.

Apa itu infeksi listeria?

infeksi listeria

Infeksi listeria atau yang dalam istilah medis disebut dengan Listeriosis merupakan penyakit infeksi akibat kontaminasi bakteri dari makanan. Pada umumnya, infeksi bakteri ini tidak mempengaruhi orang dalam kondisi sehat. Hanya saja, penyakit ini memiliki dampak yang cukup fatal bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan, bayi baru lahir, orang berusia diatas umur 65 tahun serta orang yang memiliki imun lemah.

Adapun penyebab infeksi listeria sendiri disebabkan oleh infeksi akibat bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini umumnya bisa hidup di air, tanah serta kotoran hewan. Sedangkan di lansir dari Web MD, bakteri ini juga bisa tumbuh disuhu dingin, termasuk lemari es. Bahkan proses pembekuan juga tidak mampu membunuh bakteri penyebab keracunan makanan ini. Begitu telah mencemari makanan. maka seseotamg tidak akan bisa melihat, mencium atau merasakan kontaminasi bakteri ini.

Adapun bakteri ini bisa menginfeksi manusia dengan berbagai cara. Diantaranya seperti:

  • Mengonsumsi sayuran mentah yang berasal dari tanah yang telah terkontaminasi bakteri.
  • Mengonsumsi susu yang tidak di pasteurisasi maupun makanan yang dibuat tanpa pasteurisasi.
  • Menyantap daging hewan yang telah tercemar bakteri.
  • Produk makanan kemasan yang telah terkontaminasi setelah proses produksi.
  • Bayi yang masih berada dalam kandungan, bisa tertular dari ibu yang telah terinfeksi bakteri.

Sehingga bisa disimpulkan, penyebab infeksi listeria sendiri tak hanya berasal dari jamur enoki, namun beragam.

Gejala infeksi listeria

Pada umumnya, gejala yang dapat muncul pada seseorang yang telah terinfeksi listeria ialah:

  1. Mengalami mual
  2. Penderita mengalami diare
  3. Suhu badan yang tinggi atau demam
  4. Nyeri otot.

Berbagai gejala tersebut biasanya akan muncul setelah beberapa hari penderita mengonsumsi makanan yang telah tercemar bakteri listeria. Adapun pada beberapa kasus, berbagai gejala tersebut bisa muncul setelah beberapa bulan kemudian.

Pada anak kecil, lansia serta individu yang memiliki imunitas tubuh yang lemah, infeksi listeria ini memiliki resiko bisa menyebar ke sistem saraf. Adapun pada kelompok individu tersebut, berbagai gejala yang muncul bisa berupa kejang, leher terasa kaku, sakit kepala hingga hilang keseimbangan. Sedangkan jika infeksi ini terjadi pada ibu hamil, meski hanya sang ibu terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, namun resiko fatal bisa terjadi menimpa janin dalam kandungan. Diantaranya seperti:

  • Keguguran
  • Bayi kahir mati
  • Kelahiran prematur
  • Infeksi pada bayi baru lahir.

Sehingga bagi ibu hamil yang memiliki sistem imun rendah, sebaiknya hindari makanan seperti hot dog, daging ham atau daging olahan yang tidak dikemas dalam kaleng, susu yang tidak di pasteurisasi, bandeng asap atau makanan seafood asap lainnya yang disimpan dalam kulkas dan salad sayur.

Jika Anda kini mengalami kondisi seperti beberapa gejala infeksi listeria diatas, ada baiknya segera konsultasi ke dokter untuk pengobatan yang tepat. Sedangkan untuk pencegahan listeria sendiri bisa dilakukan dengan mencuci tangan dengan air hangat serta sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, membersihkan alat-alat masak baru, mencuci sayuran mentah di alir mengalir, memastikan masakan yang di masak benar-benar matang serta memansakan makanan terlebih dahulu sebelum disantap.

Artikel Lainnya

Back to top button
Close
Close