Manfaat

Manfaat Daun Kratom Dan Efek Sampingnya Yang Penuh Kontroversi

Manfaat daun kratom kini tengah menjadi kontroversi. Bagaimana tidak, tanaman herbal yang banyak di budidayakan di kalimantan ini disebut BNN mengandung efek narkotika. Sehingga BNN saat ini tengah memprosesnya menjadi obat-obatan terlarang Golongan I. Lalu, sebenarnya apa saja manfaat, efek samping dan resiko mengonsumsi kratom berdasarkan studi? Informasi selengkapnya dapat Anda simak dalam ulasan berikut.

Manfaat daun kratom dan efek sampingnya menurut studi

manfaat krotom

Pada saat ini, tak sedikit jurnal ilmiah yang telah meneliti sekaligus mengkaji perihal manfat juga efek samping daun kratom, yang dilakukan oleh para ahli dalam negri maupun internasional. Salah satunya ialah studi yang dilakukan Dimy Fluyau dari Universitas Emory Atlanta dan Neelambika Revadigar dari Universitas Colombia New York.

Setidaknya mereka telah meninjau sebanyak 195 artikel penelitian mengenai kratom sejak 2007 hingga 2017 guna mengalisis manfaat, resiko serta evaluasi diagnosis kratom. Dan dari hasil nalisisnya menujukkan, daun kratom apabila digunakan dengan dosis yang sesuai mampu memberikan berbagai manfaat medis maupun non medis (tradisional). Diantaranya seperti:

  • Mengatasi diare
  • Memberikan energi
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Penawar rasa sakit (pain killer)
  • Antidiabetes
  • Antimalaria
  • Memiliki efek stimulan dan obat penenang

Hanya saja, daun krotompun bisa menjadi ancaman berbahaya dan menimbulkan efek samping apabila disalah gunakan dalam arti dikonsumsi dalam dosis besar (overdosis). Kandungan alkaloid, mitraginin serta kandungan lainnya dalam daun ini diduga mampu memberikan efek sedatif yang memicu kecanduan. Efek daun karatom lainnya meliputi memberikan efek sekau, kejang-kejang, gagal ginjal dan lainnya.

Menurut National Center of Biotechnology Information (NCBI), edisi april 2017, ahli dari AS menuturkan bahwasannya mereka menemukan adanya efek samping kratom tergantung dosis pemakaiannya. Dan karena melihat efek samping yang ada, Badan Pengawasan Narkotika Amerika Serikat mengawasi penggunaan kratom. Bahkan di beberapa kota di Amerika dan Eropa telah mengilegalkan daun krotom.

Di Indonesia sendiri, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengklasifikasikan tanaman obat ini sebagai psikotoprika golongan satu, seperti halnya heroin dan kokain. Bahkan menurut perwakilan bidang rehabilitasi BNN menuturkan bahwa kratom memiliki efek sepuluh kali lebih berbahaya dibanding kokain maupun marijuana.

Mengenal kratom dan asal mula budi dayanya yang pesat di Kalimantan

manfaat daun krotom

Daun kratom (Mitraygana speciosa) merupakan salah satu herbal dari Indonesia yang berasal dari tanaman tropis di family kopi (Rubiaceae), yang tumbuh subur di tanah Kalimantan. Pohonnya diketahui bisa tumbuh setinggi 4 hingga 16 meter. Di Indonesia sendiri, kratom memiliki banyak nama lokal. Diantaranya seperti ketum dan purik (Kalimantan Barat), kayu sapat atau sepat (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan) serta kedamba atau kedemba (Kalimantan Timur).

Selain di Indonesia, daun yang dijuluki daun surga Kalimantan ini juga banyak di temukan di beberapa Negara Asia Tenggara Lainnya seperti Thailand, Malaysia, Myanmar dan juga Filipina. Di wilayah Kalimantan sendiri yang tak lain saat ini populasi krotom terbesar, sejauh ini diketahui terdapat sekitar 300.000 petani menggantungkan hidup dengan membudidayakan kratom. Tak sedikit masyarakat disana menilai, bahwasannya bisnis kratom sangat menjanjikan. Selain siklus produksinya yang cepat, daun kratom juga di jual dengan harga yang tinggi lho.

Salah satu masyarakat yang berdomisili di Tuana Tuha (suatu kampung di Kalimantan Timur), memberikan penuturan terkait penghasilannya dari daun kratom. Menurutnya, ia bisa mendapatkan Rp. 400.000 dalam sehari dari hasil memetik 200 kg daun kratom. Kemudian daun tersebut dibentuk menjadi remahan layaknya daun teh hijau kering. Dan masih menurutnya, apabila sedang memasuki masa subur daun ini (Januari hingga mei), sebanyak 300 petani bisa mendapatkan 50 ton daun kratom dalam satu bulan. Dan tak tanggung-tanggung, keuntungan yang didapatkan bisa mencapai 1 triliun rupiah.

Sebelumnya, masyarakat lokal kalimantan tidak tahu menahu mengenai daun kratom yang bisa dikonsumsi sebagai obat. Mereka biasanya hanya memanfaatkan kulit pohon kratom untuk diseduh dan di minum oleh ibu hamil selepas melahirkan guna mempercepat proses penyembuhannya. Hanya saja, setelah mereka mendapatkan informasi bahwa permintaan luar negeri sangat tinggi atas daunnya, mereka akhirnya berbondong-bondong menjadi petani daun kratom.

Kesimpulan!

Setelah kita mengkaji informasi diatas, dapat kami simpulkan bahwa daun kratom memiliki nilai ekonomi menjanjikan lantaran khasiatnya sebagai obat herbal. Namun disisi lain juga menjadi kontroversi lantaran adanya indikasi bahwa di daun ini mengadung zat psikotoprika. Daun kratom memiliki manfaat untuk kesehatan apabila dikonsumsi sesuai dosis yang tepat. Hanya saja, herbal ini kini banyak disalah gunakan dengan mengonsumsinya dengan dosis berlebih, yang pada akhirnya menimbulkan berbagai efek samping. Hal ini tentunya perlu di kaji lebih dalam lagi khususnya oleh Pemerintah pusat.

Nah itulah informasi yang dapat tim herbal TV sampaikan pada kesempatan ini, terkait manfaat daun kratom dan efek sampingnya yang kini begitu krontroversi. Kami harapkan pemerintah pusat segera mengkaji hal ini, sehingga bisa memberikan ketentuan yang lebih tegas dan tidak ada pihak yang dirugikan. Adapun jika memang herbal ini dilarang dikonsumsi karena terbukti mengandung zat psikotoprika berbahaya, ada baiknya segera memberikan arahan pada para petani daun kratom agar mereka tidak kehilangan mata pencaharian.

Artikel Lainnya

Back to top button
Close
Close