KesehatanVideo Kesehatan

Tanam Rahim Pada Pria, Bisakah Hamil Seperti Perkataan Millen Cyrus?

Baru baru ini, publik dikejutkan oleh video Millen Cyrus yang membahas tentang tanam rahim atau transplantasi rahim. Dalam video tersebut, Millen Cyrus terlihat sedang terbaring santai di Rumah Sakit. Nampaknya, ia akan melakukan serangkaian operasi pada tubuhnya di rumah sakit tersebut. Millen Cyrus mengaku bahwa ia ditawari tanam rahim oleh dokter disana, ia membahas hal tersebut dengan nada bercanda. Perkataan Millen dalam video tersebut memancing keingintahuan publik. Bisakah seorang pria mengandung dengan cara tersebut?

Apa Itu Tanam Rahim?

Cangkok rahim atau transplantasi rahim bermula dari sebuah penelitian seorang ginekolog asal Austria pada tahun 1896. Ia meneliti tentang transplantasi organ reproduksi ovarium dengan menggunakan kelinci sebagai bahan percobaan. Sejak saat itulah, pengetahuan terus berkembang hingga pada tahun 2014, lahirlah bayi pertama yang lahir berkat sistem cangkok rahim ini.

Bagi wanita yang ingin melakukan tanam rahim, maka ia harus menemukan pendonor terlebih dahulu agar bisa dilakukan pengecekan berkala. Sebelum wanita ditanam rahim orang lain, wanita tersebut harus melakukan serangkaian terapi untuk menekan sistem imun selama berbulan-bulan. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya penolakan tubuh terhadap rahim baru yang ditanam.

Setelah dilakukan pencangkokan rahim, langkah selanjutnya adalah terus memantau kondisi rahim baru tersebut selama kurang lebih enam bulan. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah rahim bekerja dengan baik dan diterima oleh tubuh atau tidak. Bila semua berjalan dengan lancar, maka embrio yang telah difertilisasi di laboratorium bisa di tanam di rahim yang baru. Proses penanaman embrio mirip dengan proses pada bayi tabung.

Bisakah Pria Hamil dengan Cangkok Rahim?

Jawabannya adalah tidak. Teknologi saat ini tidak memungkinkan bagi pria untuk mengalami kehamilan. Memiliki rahim saja di tubuh seorang pria tidaklah cukup untuk bisa hamil. Hal ini disebabkan oleh banyak hal. Pertama, pria tidak memiliki cukup hormon estrogen yang bisa menjaga kehamilan dan perkembangannya dengan baik.

Yang paling utama, pria tidak memiliki sel telur dalam tubuhnya. Sedangkan wanita, ia memiliki sel telur bahkan saat sebelum dilahirkan.Selain itu, risiko penolakan tubuh juga cukup besar. Dengan teknologi saat ini, hal itu benar-benar tidak memungkinkan.

Baca Juga : Tips Memiliki Anak Perempuan

Artikel Lainnya

Back to top button
Close
Close